ROKET
AIR DARI BARANG BEKAS
Oleh
:
- Dewa Pandu Prasetyo
- Ilham Dwi Pratama
- Ikbal Maulana
- Sarah Bhiba
Membuat
roket air dan penyangganya
BAHAN
YANG DI GUNAKAN :
•3
buah botol bekas
•Pipa
dengan ukuran ½ inch dan 1 inch.
•Pipa T
•Dop
pipa
•Kabel
Ties
•Solasi
•Karton
(sesuai yang di inginkan)
•Lem
pipa
•2
buah pentil
ALAT YANG
DI GUNAKAN :
•Gunting
•Gergaji
kecil
•Solder
Cara
membuat roket air
- Lubangi botol pertama pada bagian bawahnya dengan menggunakan solder. (Langkah ini di gunakan untuk menguhungkan botol satu dengan yang lain
- Masukkan pentil ke dalam botol yang tadi telah di lubangi.
- Setelah itu, lubangi satu tutup botol, dan kemudian pasang tutup botol ke pentil tersebut dalam keadaan cekungan menghadap ke atas. Kemudian kita kunci dengan karet pentil yang telah ada (Langkah ini di gunakan agar tutup botol tidak jatuh)
- potong setengah dari botol ketiga, kemudian gabungkan dengan botol yang pertama (Langkah ini digunakan agar roket terlihat lebih panjang)
- Gabungkan botol pertama dengan botol kedua dengan memasukannya ke sisi lain dari botol ketiga.
- Desain roket menggunakan karton dengan warna sesuai selera Anda. Misalnya lapisi badan roket dengan menggunakan karton berwarna biru tua, kemudian ratakan dengan gunting dan setelah itu di rekatkan dengan lem atau solasi.
- Kemudian buat kerucut untuk kepala roket dengan karton, misalnya karton yg digunakan untuk kepala berwarna merah
- Kemudian buat 3 sayap roket untuk menyeimbangkan roket ketika terbang dan sebagai hiasan.
LANGKAH-LANGKAH
MEMBUAT PEGANGAN ROKET
- Siapkan paralonnya, lalu gambungkan dua paralon yang ½ inchi dan 1 inchi.
- Lalu lem kedua parlon tersebut agar tidak ada celah untuk keluarnya air
- Lalu pasangkan 10 kabel tis dengan lakban, jangan lupa diberi jarak 1 cm.
- Buat paralon untuk memasukan anginnya, yaitu dengan membolongkan dop sesuai dengan besarnya pentil, lalu masukan pentilnya kemudian kunci pentilnya dengan baut, supaya pentil tidak lepas
- Kemudian gambungkan paralon-paralon tersebut dengan menggunakan pipa T
Prinsip
KERJA ROKET YANG KAMI BUAT
Dasar
hukum roket air adalah hukum III
Newton /aksi-reaksi yang berisi :
“Apabila
sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan
gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama
tetapi berlawanan arah.”
Teori
dasar peluncuran roket air, sama dengan percobaan balon yang meluncur ke atas.
Roket air memberikan gaya aksi yang sangat besar kepada gas, dengan mendorong
gas keluar, dan gas tersebut memberikan gaya reaksi yang sama besar, dengan
mendorong roket air ke atas. Gaya dorong yang diberikan gas kepada roket air
sama besar dengan gaya yang diberikan roket air kepada gas, hanya arahnya
berlawanan. Roket air mendorong gas ke bawah, gas mendorong roket air ke atas.
Inilah yang disebut hukum aksi-reaksi(hukum newton 3)
Prinsip
kerja dari roket air yang lain
adalah tentang dari sifat udara
yang memiliki tekanan dan menempati ruang, tentang perubahan energi, serta
tentang sifat bahan dan kegunaannya.
Roket air menggunakan
prinsip tekanan udara. Jika
dimanfaatkan pada tekanan tertentu udara mempunyai energi untuk mendorong
sesuatu. Udara yang dimanfaatkan pada roket air akan mendorong air keluar,
karena lubang untuk keluarnya air yang terdorong oleh udara kecil maka mempunyai
kecepatan dan energi yang cukup besar.
Hal ini sesuai dengan rumus debit air. Air yang
terdorong keluar akan mendorong udara bebas sehingga roket bisa meluncur.
Komposisi air dan udara juga mempunyai perbandingan tertentu agar menghasilkan
dorongan yang maksimal. Karena besarnya tekanan udara yang dimanfaatkan harus
sesuai dengan air yang diisi, sehingga pada akhirnya udara yang dimanfaatkan
cukup untuk mendorong air yang diisikan ke dalam badan roket.











