This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 26 Januari 2015

ROKET AIR DARI BARANG                BEKAS
Oleh : 
  • Dewa Pandu Prasetyo
  • Ilham Dwi Pratama
  • Ikbal Maulana
  • Sarah Bhiba


Membuat roket air dan penyangganya
žBAHAN YANG DI GUNAKAN :
3 buah botol bekas





Pipa dengan ukuran ½ inch dan 1 inch.
Pipa T 
Dop pipa
Kabel Ties

Solasi
Karton (sesuai yang di inginkan)
Lem pipa
2 buah pentil
ž
ž
žALAT YANG DI GUNAKAN :
Gunting
Gergaji kecil
Solder
  Cara membuat roket air

  1.     Lubangi botol pertama pada bagian bawahnya dengan menggunakan solder. (Langkah ini di gunakan untuk menguhungkan botol satu dengan yang lain
  2.     Masukkan pentil ke dalam botol yang tadi telah di lubangi.
  3.     Setelah itu, lubangi satu tutup botol, dan kemudian pasang tutup botol ke pentil tersebut dalam keadaan cekungan menghadap ke atas. Kemudian kita kunci dengan karet pentil yang telah ada (Langkah ini di gunakan agar tutup botol tidak jatuh)
  4.     potong setengah dari botol ketiga, kemudian gabungkan dengan botol yang pertama (Langkah ini digunakan agar roket terlihat lebih panjang)
  5.     Gabungkan botol pertama dengan botol kedua dengan memasukannya ke sisi lain dari botol ketiga.
  6.     Desain roket menggunakan karton dengan warna sesuai selera Anda. Misalnya lapisi badan roket dengan menggunakan karton berwarna biru tua, kemudian ratakan dengan gunting dan setelah itu di rekatkan dengan lem atau solasi.
  7.     Kemudian buat kerucut untuk kepala roket dengan karton, misalnya karton yg digunakan untuk kepala berwarna merah
  8.     Kemudian buat 3 sayap roket untuk menyeimbangkan roket ketika terbang dan sebagai hiasan.

  LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT PEGANGAN ROKET
  1.   Siapkan paralonnya, lalu gambungkan dua paralon yang ½ inchi dan 1 inchi.
  2.   Lalu lem kedua parlon tersebut agar tidak ada celah untuk keluarnya air
  3.   Lalu pasangkan 10 kabel tis dengan lakban, jangan lupa diberi jarak 1 cm.
  4.   Buat paralon untuk memasukan anginnya, yaitu dengan membolongkan dop sesuai dengan besarnya pentil, lalu masukan pentilnya kemudian kunci pentilnya dengan baut, supaya pentil tidak lepas
  5.   Kemudian gambungkan paralon-paralon tersebut dengan menggunakan pipa T


  Prinsip KERJA ROKET YANG KAMI BUAT 

   Dasar hukum roket air adalah hukum III Newton /aksi-reaksi yang berisi :

   “Apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah.”

   Teori dasar peluncuran roket air, sama dengan percobaan balon yang meluncur ke atas. Roket air memberikan gaya aksi yang sangat besar kepada gas, dengan mendorong gas keluar, dan gas tersebut memberikan gaya reaksi yang sama besar, dengan mendorong roket air ke atas. Gaya dorong yang diberikan gas kepada roket air sama besar dengan gaya yang diberikan roket air kepada gas, hanya arahnya berlawanan. Roket air mendorong gas ke bawah, gas mendorong roket air ke atas. Inilah yang disebut hukum aksi-reaksi(hukum newton 3)

   Prinsip kerja dari roket air yang lain adalah tentang dari sifat udara yang memiliki tekanan dan menempati ruang, tentang perubahan energi, serta tentang sifat bahan dan kegunaannya.

   Roket air menggunakan prinsip tekanan udara. Jika dimanfaatkan pada tekanan tertentu udara mempunyai energi untuk mendorong sesuatu. Udara yang dimanfaatkan pada roket air akan mendorong air keluar, karena lubang untuk keluarnya air yang terdorong oleh udara kecil maka mempunyai kecepatan dan energi yang cukup besar.

   Hal ini sesuai dengan rumus debit air. Air yang terdorong keluar akan mendorong udara bebas sehingga roket bisa meluncur. Komposisi air dan udara juga mempunyai perbandingan tertentu agar menghasilkan dorongan yang maksimal. Karena besarnya tekanan udara yang dimanfaatkan harus sesuai dengan air yang diisi, sehingga pada akhirnya udara yang dimanfaatkan cukup untuk mendorong air yang diisikan ke dalam badan roket.

Minggu, 11 Januari 2015

MOMENTUM DAN IMPULS

Momentum, Impuls, dan Macam-Macam Tumbukan

Momentum, Impuls, dan Macam-Macam Tumbukan

momentum-impuls-dan-macam-macam-tumbukan
Assalamuallaikumm wr. wb
Hai teman-teman semua :)
Pada kesempatan kali ini, Sarah akan membahas pembelajaran Fisika mengenai Momentum, Impuls, dan Macam-macam Tumbukan.
Selamat membaca dan memahami :)



A.MOMENTUM
 1.Pengertian momentum
   Momentum di definisikan sebagai ukuran kesukaran untuk memberhentikan suatu benda. Momentum dinotasikan dengan (P) dengan satuan (kg.m/s). Momentum diperoleh dari hasil kali besaran skala massa (m) dengan besaran vektor kecepatan (m/s). Momentum sendiri merupakan besaran vektor.
   Rumus momentum yaitu :  
P = m.v
Keterangan: P = Momentum (kg.m/s)
                      m = Massa benda (kg)
                       v = Kecepatan benda (m/s)
Contoh :
  1.    Diketahui : m = 1.500kg
                     v  =  36km/jam = 10m/s
Ditanya : Momentum (P) ...?
Jawab : P = m.v
                    (1.500kg) x (36km/jam)
                 = 15.000kg.m/s

  2.  Seorang pemain bola bermassa 90kg bergerak lurus dengan kelajuan 4m/s. Sebuah granat bermassa 1kg ditembakkan dengan kelajuan 500m/s. Manakah yang mempunyai momentum lebih besar?
Pembahasan :
    Diketahui : (m) pemain bola = 90kg
                        (v) pemain bola = 4m/s
                        (m) granat = 1kg
                         (v) granat =  500m/s
      Jawab : * Besar momentum pemain bola:
                      (P) pemain = m pemain .pemain
                                           = 90kg . 4m/s = 360kg.m/s
                    *Besar momentum sebuah granat:
                     (P) granat = m granat . v granat
                                        = 1kg . 500m/s = 500kg.m/s
 Jadi, yang mempunyai momentum lebih besar adalah sebuah granat dengan momentum 500kg.m/s.
 2.Hukum kekekalan momentum
  Hukum kekekalan momentum menyatakan bahwa, “Jumlah momentum sebelum tumbukan sama dengan jumlah momentum setelah tumbukan. 
Hukum momentum:
P sebelum = P sesudah
P1 + P2  =  P1’ +  P2’
m1v1 + m2v2 = m1v1’+m2v2’ 
       
Contoh : 
  Sebuah gerbang mempunyai massa 10.000kg berjalan dengan laju 24m/s ke kanan dan menabrak gerbang sejenis yg berhenti. Jika kedua gerbang tersambung akibat tumbukan, berapakah kecepatan (v) keduanya sesaat setelah tumbukan?
 Jawab:  Jumlah momentum sebelum tumbukan 
                                   P1 = m1.v1+m2.v2
                                           (10.000kg)(24m/s) + (10.000kg)(0m/s)
                                        =  2,4 x 100.000 kg.m/s
 Arah momentum total mula-mula ke kanan, setelah tumbukan kedua gerbong tersambung sehingga kecepatannya sama yaitu (v’) dan momentumnya menjadi:
                                               P2=(m1+m2) . v’
        Jumlah momentum sebelum tumbukan sama dengan jumlah momentum setelah tumbukan 
                                         P1      =      P2
               2,4 . 100000 kg.m/s        =     (m1+m2) . v’
                   (m1+m2) . v’         =    2,4 . 100.000 kg.m/s       
                                      v’         =     2,4 . 100.000 kg.m/s
                                                             (m1+m2)     
                                 v’       =     2,4 . 100.000 kg.m/s
                                                (10.000kg)+(10.000kg)
                                  v’    =    12m/s
      Jadi, setelah tumbukan, kedua gerbong bergerak ke kanan dengan kecepatan 12m/s. 
   Hukum kekekalan momentum menyatakan:
    Bila tidak ada gaya dari luar yang bekerja pada benda-benda yang melakukan interaksi, atau resultan gaya dari luar yang bekerja pada benda-benda adalah nol, maka jumlah momentum benda-benda sebelum mengadakan interaksi selalu sama dengan jumlah momentum benda-benda setelah mengadakan interaksi. 
  3.Peristiwa yang berlaku pada hukum kekekalan momentum
·       Tumbukan benda
·       Interaksi dua benda
·       Peristiwa ledakan
·       Peristiwa tarik-menarik
·       Peristiwa jalannya roket/jet
  4.Contoh penerapan hukum kekekalan momentum kehidupan sehari-hari :
·       Prinsip peluncuran roket : Besar momentum yang di hasilkan gaya dorong oleh bahan bakar sama dengan momentum meluncurnya roket
·       Senapan/Meriam
·       Orang ketika melompat dari perahu
·       Ayunan balistik
·       Balon udara pada mobil dan sabuk pengaman.

  B.IMPULS
1.Pengertian Impuls
   Impuls, dinotasikan dengan ( I ) dan memiliki satuan (N.s) atau (kg.m/s). Impuls adalah hasil kali gaya konstan seaat dengan selang waktu gaya bekerja. Impuls sendiri merupakan besaran vektor. Menurut definisinya, Impuls dapat dinyatakan oleh:
                                 I = F. ∆t   
Keterangan: I = Impuls (N.s)
                       F = Gaya suatu benda (N)
                    ∆t = Selang waktu singkat (s)
Contoh :
    Dik : m = 0,5kg
          v0 = 0
         F = 80N
          v = 6m/s
     Dit: a. Impuls (I) ...?
            b. Waktu sentuhan bola dan pemukul (∆t) ....?
   Jawab :
a)    I = mv-mv0 =  m(v-v0)
   = 0,5(6-0)  = 3N.s

b)   ∆t = mv-mv0 = 0,5(6-0)
               F              80
     = 0,0375 s
     = 37,5ms

C.HUBUNGAN IMPULS DAN MOMENTUM
  Hukum II Newton menjelaskan bahwa besar gaya yang bekerja dalam setiap satuan massa terhadap benda sama dengan besar percepatan yang di alami benda tersebut, atau dituliskan:


                                      F = m.a                            (4.3)

Percepatan benda adalah laju perubahan percepatan yang dialami benda terhadap waktu, yaitu: 
                                        a = ∆v      
                                            ___                      
                                             ∆t               
                                                      (4.4)
Sehingga hukum II Newton dapat ditulis 
                                          ∆v
                             F =  m ____ 
                                           ∆t                                                           
                                                                          (4.5)
Persamaan (4.5) dapat ditulis menjadi
                                         F∆t  = m . ∆v
                                                 = m (v-v0)
                                                  =  mv-m0                                                                                                                                                                                
                                                                           (4.5a)                 
   Sisi kanan persamaan (4.5a) menunjukan perubahan momentum yaitu selisih antara momentum akhir (P = mv) dengan momentum awal (P0 = mv0)                                                                              
  Sedangkan sisi kiri, menunjukan impuls (I = F∆t). Dengan demikian persamaan (4.5a) dapat ditulis menjadi 
I = P-P0
I = ∆t
   Dapat disimpulkan bahwa Impuls ( I ) sama dengan perubahan momentum (∆p). Ini menunjukan bahwa gaya yang bekerja pada sebuah benda sama dengan perubahan momentum benda persatuan waktu. 
 P1 = momentum awal (kg.m/s)
 P2=Momentum akhir (kg.m/s)                                              
 v1=Kecepatan awal (m/s)
 v2= Kecepatan akhir (m/s)

Contoh:
  Dik : m = 1500kg
           v1=+20m/s
         v2= 15m/s
           ∆t = 3s
 Dit : F...?
 Jawab :    I   =   ∆P
             F. ∆t = P2-P1
             F. ∆t  = m . v2 – m . v1
              F(3s) = (1500kg)(15m/s) – (1500kg)(20m/s)
               F= -7500kg :  3s
                  = -2500N

4.TUMBUKAN
  1.Pengertian Tumbukan
   Tumbukan adalah pertemuan antara dua buah benda yang masing-masing relatif bergerak.
  2.Macam-macam tumbukan
·         Tumbukan elastis sempurna, yaitu tumbukan yang tak mengalami perubahan energi. Koefisien restitusi e = 1
·         Tumbukan elastis sebagian, yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik sebab ada sebagian energi yang diubah dalam bentuk lain, misalnya panas. Koefisien restitusi 0 < e < 1.
·         Tumbukan tidak elastis , yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik dan kedua benda setelah tumbukan melekat dan bergerak bersama-sama. Koefisien restitusi e = 0.
  3.Pembahasan macam-macam tumbukan 
v TUMBUKAN LENTING SEMPURNA
   Dua benda dikatakan melakukan Tumbukan lenting sempurna jika Momentum dan Energi Kinetik kedua benda sebelum tumbukan = momentum dan energi kinetik setelah tumbukan. Dengan kata lain, pada tumbukan lenting sempurna berlaku Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik
Hukum kekekalan momentum ditinjau dari energi kinetik:
Dua benda, benda 1 dan benda 2 bergerak saling mendekat. Benda 1 bergerak dengan kecepatan v1 dan benda 2 bergerak dengan kecepatan v2. Kedua benda itu bertumbukan dan terpantul dalam arah yang berlawanan. Karena memiliki massa dan kecepatan, maka kedua benda memiliki momentum (p = mv) dan energi kinetik (EK = ½ mv2). Total Momentum dan Energi Kinetik kedua benda sama, baik sebelum tumbukan maupun setelah tumbukan.

v TUMBUKAN LENTING SEBAGIAN
Tumbukan lenting sebagian juga disebut tumbukan lenting tak sempurna. Hal ini sebenarnya banyak dijumpai pada tumbukan benda-benda disekitar kita.
Pada tumbukan ini berlaku hokum kekekalan momentum, tetapi hokum kekekalan energy tidak berlaku. Hal ini karena ada tenaga yang hilang saat tumbukan.
Dengan demikian, Ek setelah tumbukan < Ek sebelum tumbukan atau:
- m2(v’2 - v2)2  <  v1(v1 - v’1)2   …………… (iii) 
dengan cara membagi persamaan (iii) dengan persamaan (ii) maka didapat:
- (v’1 - v’2)2  <  v1(v1 - v2)2   
Dari persmaan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
Pada tumbukan lenting sebagian besarnya kecepatan relative sesudah tumbukan lebih kecil dari kecepatan relative sebelum tumbukan. (tanda negative menunjukkan arahnya berlawanan dengan arah semula)

v TUMBUKAN TAK LENTING SAMA SEKALI
Pada tumbukan ini jumlah energi kinetik kedua benda sebelum tumbukan (∆Ek) lebih besar dari setelah tumbukan (∆Ek`) . Pada tumbukan tak lenting sama sekali berlaku hukum kekekalan momentum:
artinya:
kecepatan benda 1 dengan benda 2 setelah bertumbukan sama
Contoh :
Sebuah peluru yang massanya 20 gram mengenai segumpal lilin mainan yang massanya 200 gram dan tergantung pada seutas tali yang panjang. Peluru itu masuk dan melekat pada lilin mainan. Jika kecepatan peluru sebelum mengenai lilin adalah 200 m/s, maka besarnya kecepatan lilin mainan setelah peluru tersebut masuk didalamnya adalah ...
Penyelesaian:
 m1.v1 + m2.v2 = (m1 + m2).v`
0 + 0,02 . 200 = (0,2 + 0,02) . v`
4 = 0,22 v`
v` = 4 / 0,22
    = 18,2 m/s
   

   Nah, semuanya sudah memahamikan apa itu Momentum,Impuls, dan Tumbukan? ..
Kalo gitu sampai disini dulu ya teman-teman, semoga pembelajaran kali ini yang Sarah kasih bermanfaat untuk kita semua, Amin.. :)
   Jangan lupa belajar dan terus semangat mencapai cita-cita, guys ...